Blogroll

Arti Tanda Pada Wadah Plastik

Hati-hati kalau mau menggunakan wadah plastik, harus sesuai dengan tandanya !!

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label ilmu kebidanan. Show all posts
Showing posts with label ilmu kebidanan. Show all posts

Wednesday, February 26, 2020

OBJEK PERSALINAN

PRINSIP DASAR

  1. Janin dapat mempengaruhi jalannya persalinan oleh karena besar dan posisinya. Dari seluruh bagian badan janin, kepala merupakan bagian terpenting dalam proses persalinan.
  2. kepala janin terdiri atas tulang-tulang tengkorak (kranium) dan tulang-tulang dasar tengkorak (basis kranii) serta muka. Basis kranii dan muka relatif kecil dibandingkan dengan kranium. Kranium terdiri atas 2 os parietalis, 2 os frontalis, dan 1 os oksipitalis. Tulang-tulang ini berhubungan satu dengan yang lain dengan membran yang memberi kemungkinan gerak bagi tulang-tulang tengkorak selama persalinan dari awal  masa kanak-kanak. Batas antara tulang-tulang tersebut sutura, sedang sudut-sudut tulang disebut fontanella (ubun-ubun).
  3. Ada 4  sutura, yaitu :
    a.       Sutura sagitalis superior, menghubungkan os parietalis kiri dan kanan
    b.      Sutura frontalis, diantara kedua os frontalis.
    c.       Sutura koronaria, di antara os parietalis dan os frontalis
    d.      Sutura lambdoidea di antara os parietalis dan os oksipitalis
  4. Dikenal 2 fontanella, yaitu :
    a.       Fontanella minor (ubun-ubun kecil) yang berbentuk segitiga, merupakan persilangan antara sutura sagitalis dengan sutura lambdoidea.
    b.      Fontanella mayor (ubun-ubun besar, fontanella anterior) yang berbentuk segiempat, merupakan pertemuan antara sutura sagitalis, sutura frontalis dan sutura koronaria.
  5. Daerah-daerah kepala adalah sebagai berikut :
    • Oksiput (belakang kepala) yaitu daera di belakang ubun-ubun kecil.
    • Vertex (puncak kepala) yaitu daerah antara ubun-ubun kecil dan ubun-ubun besar da nos parietalis.
    • Bregma, yaitu daerah ubun-ubun besar.
    •  Sinisput, yaitu daerah di depan ubun-ubun besar. Sinisput dibagi menjadi dahi (daerah antara ubun-ubun besar dan puncak hidung) dan muka (daerah di bawah puncak hidung dan pinggir orbita
     

     

     

     

Wednesday, January 6, 2016

Fisiologi Alat-Alat Kandungan

Dalam masa kanak-kanak, indung telur masih istirahat, belum berfaal dengan baik. Setelah akil baliq, maka terjadilah perubahan-perubahan besar pada seluruh tubuh wanita. Pubertas tercapai pada usia sekitar 12-16 tahun, namun hal ini dipengaruhi oelh keturunan, bangsa, iklim, dan lingkungan. Ciri khas kedewasaan manusia ditandai dengan adanya perubahan-perubahan siklik pada alat kandungan sebagai persiapan untuk suatu kehamilan. Peristiwa penting tersebut ditandai dengan datangnya haid, yaitu pengeluaran darah tiap bulan dari dalam rahim. Selain itu, pada ketiak dan alat kemaluan luar tumbuh rambuh, buah dada (payudara) bertambah besar, panggul dan pinggul menjadi luas, sehingga tubuh remaja putri mulai memasuki kurun waktu reproduktif, artinya masa mendapatkan keturunan yang berlangsung kira-kira 30 tahun.
Haid yang pertama kali terjadi disebut menarche. Setelah masa reproduksi, wanita masuk dalam masa klimakterium yang terjadi secara berangsur-angsur di mana haid akan menjadi tidak teratur, lalu akhirnya berhenti sama sekali sesuai dengan lanjutnya usia. Keadaan ini disebut menopause (stop haid)
Perubahan-perubahan yang kompleks dan harmonis ini diatur oleh serebrum, hipotalamus, hipofise, alat-alat kandungan, korteks adreal, kelenjar tiroid, dan kelenjar-kelenjar lainnya.

FISIOLOGI HAID

Pada wanit yang sehat dan tidak hamil, setiap bulan secara teratur mengeluarkan darah dari alat kandungannya, dan ini disebut haid. Ada yang menyebutnya mensis, menstruasi, datang bulan, kain kotor, atau period.
Pada siklus haid, mukosa rahim dipersiapkan secara teratur untuk menerima ovum yang dibuahi setelah terjadinya ovulasi, keadaan ini dikontrol oleh hormon-hormon yang yang dideteksi dalam air kemih. Yang diperiksa adalah air kemih 24 jam dan diukur kadar estriol dan pregnandiolnya.

Fisiolgi Haid


Satu siklur haid dibagi atas beberapa fase (stadia)
  1. Stadium menstruasi (deskuamasi) : 3-7 hari
  2. Stadium proliferasi : 7-9 hari
  3. Stadium sekresi : 11 hari
  4. Stadium premenstruasi : 3 hari 
 
 
Skema Fase Siklus Haid


 

HORMON-HORMON SIKLUS HAID

  •  FSH (Follicle Stimulating Hormone) dikeluarkan oleh hipofise lobus depan
  • estrogen dihasilkan ovarium
  • LH (Luteinizing Hormone)dihasilkan hipofise, dan
  • Progesteton dikeluarkan oleh indung telur.
Setelah selesai haid, oleh pengaruh hormon FSH dan estrogen, selaput lendir rahim (endometrium) menjadi semakin tebal. Bila terjadi ovulasi, berkat pengaruh progesteron selaput ini menjadi lebih tebal lagi, dan kelenjar endometrium tumbuh berkeluk-keluk. Bersamaan dengan itu, endometrium menjadi lebih lembek seperti karet berbusa dan melakukan persiapan-persiapan supaya sel telur yang telah dibuahi dapat bersarang. Bila tidak ada sel telur bersarang, endometrium ini terkelupas dan terjadi pendarahan yang disebut haid.

Siklus Haid

Siklus (daur) haid yang klasik adalah 28 hari, sedangkan pola haid dan lamanya perdarahan haid bergantung pada tipe wanita, dan biasanya 3-8 hari.

OVULASI (PENGELUARAN SEL TELUR)

Kapan terjadinya ovulasi atau keluarnya sel telur dari indung telur perlu kita ketahui untuk menentukan masa/hari subur seorang wanita, karena kehamilannya hanya mungkin terjadi bila sanggama (koitus) dilakukan pada sekitar saat ovulasi. Biasanya ovulasi terjadi kira-kira 14 hari sebelum hari yang akan datang. Dengan kata lain, di antara dua haid yang berurutan, indung terlur akan mengeluarkan oum, setiap kali satu ovarium kanan dan lain kali dari ovarium kiri.
Cara menentukan adanya ovulasi :
  • Biopsi endometrium
  • Shu basal badan
  • Sitologi vaginal
  • Getah serviks
  • pH getah vagina
  • Endoskopi.

Monday, November 23, 2015

ANATOMI ALAT-ALAT KANDUNGAN

Alat kandungan dibagi ataas 2 bagian : 
  • alat kandungan luar (genitalia eksterna)
  • alat kandungan dalam (genitalia interna)

 

ALAT KANDUNGAN LUAR

Alat kandungan luar dalam arti sempit adalah alat kandungan yang dapat dilihat dari luar bila wanita dalam posisi litotomi. Fungsi alat kandungan luar dikhususkan untuk kopulasi (koitus)

Mons veneris adalah daerah yang menggunung di atas simfisis, yang akan di tumbuhi rambut kemaluan (pubes) apabila wanita berangkat dewasa. Pada wanita, rambut ini tumbuh membentuk sudut lengkung sedangkan pada pria membentuk sudut runcing ke atas.

Bibir besar kemaluan (labia majora) berada pada bagian kanan dan kiri, berbentuk lonjong, yang pada wanita menjelang dewasa ditumbuhi juga oleh pubes lanjutan dari mons dan veneris.

Bibir kecil kemaluan  (labia minora) ialah bagian dalam dari bibir besar yang berwarna merah jambu. Disini dijumpai frenulum klitoris, preputium, dan frenulum pudenti.

Klentit (klitoris) identik dengan penis pada pria, kira-kira sebesar kacang hijau sampai cabe rawit dan ditutupi oleh frenulum klitoris. Glans klitoris berisi jaringan yang dapat berereksi, sifatnya amat sensistif karena banyak memiliki serabut saraf.

Vulva adalah bagian alat kandungan luar yang berbentuk lonjong, berurukuran panjang mulai dari klitoris, kanan kiri dibatasi bibir kecil, sampai ke belakang di batasi perineum.

Vestibulum terletak di bawah selaput lendir vulva, terdiri dari bulbus vestibuli kanan dan kiri. Disini dijumpai kelenjar vestibuli major (kelenjar Bartholini) dan kelenjar vestibulum minor.

Introitus vagina adalah pintu masuk ke vagina

Selaput dara (hymen) merupakan selaput yang menutupi introitus vagina. Biasanya berlubang membentuk semilunaris, anularis, tapisan, septata, atau fimbria. Bila tidak berlubang disebut atresia himenalis atau himen imferforata. Himen akan robek pada koitu apalagi bersalin. Sisanya disebut kurunkula himen atau sisa himen.

Lubang kemih (orifisium uretra eksterna) adalah tempat keluarnya air kemih yang terletak di bawah klitoris. Di sekitar lubang kemih bagian kiri dan kanan didapati lubang kelenjar skene.

Perineum terletak di antara vulva dan anus

ALAT KANDUNGAN DALAM 

Liang Senggama (vagina) adalah liang atau saluran yang menghubungkan vulva dengan rahim, terletak di antara saluran kemih dan liang dubur. Di bagian ujung atasnya terletak mulut rahim. ukuran panjang dinding depan 8 cm dan dinding belakang 10 cm. Bentuk dinding dalamnya berlipat-lipat, disebut rugae, sedangkan ditengahnya ada bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. Dinding vagina terdiri dari lapisan mukosa, lapisan otot, dan lapisan jaringan ikat. Berbatasan dengan serviks membentuk ruangan lengkungan,, antara lain forniks lateral kiri dan kanan, formiks anterior dan forniks posterior. Suplai darah vagina diperoleh dari arteria uterina, artieria vesikalis inferior, arteria hemoroidalis mediana, dan arteria pudendus interna.
Fungsi penting dari vagina adalah (a) sebagai saluran keluar untuk mengalirkan darah haid dan sekret lain dari rahim, (b) alat untuk bersenggama, (c) jalan lahir pada waktu bersalin.



Rahim (uterus) adalah suatu struktur otot yang cukup kuat, bagian luarnya ditutupi oleh peritoneum sedangkan rongga dalamnya dilapisi oleh mukrosa rahim. Dalam keadaan tidak hamil, rahim terletak di dalam rongga panggul kecil di antara kandung kemih dan dubur. Rahim berbentuk seperti bola lampu pijar atau puah pear, mempunyai rongga yang terdiri dari tiga bagian besar, yaitu
  • badan rahim (korpus uteri) berbentuk segitiga
  • leher rahim (serviks uteri) berbentuk silinder, dan
  • rongga rahim (kavum uteri)


Bagian rahim antara kedua pangkal tuba, yang disebut fundus uteri merupakan bagian proksimal rahim. besarnya rahim berbeda-beda, bergantung pada usia dan pernah melahirkan anak atau belum. Ukurannya kira-kira sebesar telur ayam kampung. Pada nulipara ukurannya 5,5 - 8 cm x 5-4 cm x 2-2,5 cm, multipara 9-9,5c, x 5,5-6cm x3-3,5cm. Beratnya 40-50 gram pada nulipara dan 60-70 gram pada multripara. Korpus uteri yaitu bagian utama rahim, merupakan 2/3 bagian dari rahim. Pada kehamilan, bagian ini berfungsi sebagai tempat utama bagi janin untuk hidup dan berkembang.
Serviks uteri terbagi menjadi dua bagian, yaitu pars supra vaginal dan pars portio. Saluran yang menghubungkan orifisium uteri interna (oui) dan orifisium uteri eksterna (oue) disebut kanalis sevikalis, dilapisi oleh kelenjar-kelenjar serviks. Bagian rahim antara serviks dan korpus disebut isthmus atau segmen bawah rahim, bagian ini penting artinya dalam kehamilan dan persalinan karena mengalami peregangan.
Dinding rahim secara histologik terdiri dari 3 lapisan :
  • lapisan serosa (lapisan peritoneum), di luar
  • lapisan otot (lapisan miometrium), di tengah
  • lapisan mukosa (endometrium), di dalam
 sikap dan letak rahim dalam rongga panggul terfiksasi dengan baik karena disokong dan dipertahankan oleh
  • tonus rahim sendiri
  • tekanan intra-abdominal
  • otot-otot dasar panggul
  • ligamen-ligamen 
    • lig. kardinal kanan dan kiri/mackenrodt
    •  lig. sakro-uterina.
    • lig. rotundum
    • lig. latum
    • lig infudibulo-pelvikum.
Letak rahim dalam keadaan fisiologis adalah anteversiofleksi. Letak-letak lainnya adalah antefleksi (tengadah ke depan), retrofleksi (tengadah ke belakang), anteversi (terdorong ke depan), retroversi (terdorong ke belakang). Suplai darah rahim dialiri oleh anuterina yang berasal dari aniliaka interna (anhipogastrika) dan anovarika
Fungsi utama rahim adalah (a) setiap bulan berfungsi dalam siklus haid (b) tempat janin tumbuh dan berkembang (c) berkontraksi terutama sewaktu bersalin dan sesudah bersalin.

Saluran Telur (tuba falopii) adalah saluran yang keluar dari kornu rahim kanan dan kiri, panjangnya 12-13cm, diameter 3 - 8 mm. bagian luarnya diliputi oleh peritoneum viseral yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Bagian dalam saluran di lapisi silia, yaitu rambut getar yang berfungsi untuk menyalurkan telur dan hasil konsepsi.
Saluran telur terdiri dari empat bagian
  • pars interstisialis (intramuralis)
  • pars ismika, yang merupakan bagian tengah saluran telur yang sempit
  • pars ampularis, dimana biasanya pembuahan (konsepsi) terjadi,
  • infundibulum, yang merupakan ujung tuba yang terbuka ke rongga perut. Di ujung infundibulum terdapat umbai-umbai (fimbriae) yang berguna untuk menangkap sel telur (ovum) yang kemudian akan disalurkan ke dalam tuba.

Fungsi saluran telur adalah (a) sebagai saluran telur, menangkap dan membawa ovum yang dilepaskan oleh indung telur (b) tempat terjadinya pembuahan (konsepsi = fertilisasi)

Indung telur (ovarium). Terdapat dua indung telur, masing-masing di kanan dan di kiri rahim, dilapisi mesovarium dan tergantung di belakang lig. Latum. Bentuknya seperti buah almon, sebesar ibu jari tangan (jempol) berukuran 2,5-5 cm x 1,5-2 cm x0,6-1 cm. Indung telur ini posisinya ditunjang oleh mesovarium, lig. ovarika, dan lig. infundibulopelvikum.
Menurut strukturnya ovarium terdiri dari:
  • Kulit (korteks) atau zona parenkimatosa, terdiri :
    • tunika albuginea, yaitu epitel berbentuk kubik
    • jaringan ikat di sela-sela jaringan lain
    • stroma, folikel primordial, dan folikel de Graaf,
    • sel-sel Warthard
  • Inti (medula) atau zona vaskulosa, terdiri dari :
    • stroma berisi pembuluh darah
    • serabut saraf,
    • beberapa otot polos.


pada wanita diperkirakan terdapat sekitar 100 ribu folikel primer. Pada kurun reproduksi, tiap-tiap bulan satu folikel atau kadang-kadang dua folikel akan matang, lalu keluar pecah dan muncul ke permukaan korteks.
Folikel de Graaf yang matang berisi :
  • sel telur (ovum) -- peristiwanya disebut ovulasi.
  • stratum granulosum
  • teka interna
  • teka eksterna
  • diskus proligerus,
  • liquor follikuli
Seumur hidupnya, seorang wanita diperkirakan akan mengeluarkan sel telur kirakira 400 butir. Fungsi indung telur yang utama adalah (a) menghasilkan sel telur (ovum) (b) menghasilkan hormon-hormon (progesteron dan estrogen), (c) ikut serta mengatur haid.


 

Thursday, May 28, 2015

JALAN LAHIR

PRINSIP DASAR

  1. Jalan lahir terdiri atas jalan lahir bagian tulang dan jalan lahir bagian lunak. Jalan lahir baigan tulang terdiri atas tulang-tulang panggul dan sendi-sendinya., sedang bagian lunak sendiri terdiri atas otot-otot, jaringan, dan ligamen-ligamen. Dalam proses persalinan pervaginam janin harus melewati jalan lahir ini. Jika jalan lahir khususnya bagian tulang mempunyai bentuk dan ukuran rata-rata normal serta ukuran janinnya pun rata-rata normal, maka dengan kekuatan yang normal pula persalinan per vaginam akan langsung tanpa kesulitan.
  2. penolong persalinan harus mampu mengenal panggul normal dalam kehamilan, serta mampu pula mengenal penyimpangan dari keadaan normal. Kelainan panggul bawaan atau karena sesuatu penyakit pada umumnya jarang, dan kalau pun ada mudah dikenal secara klinis.

 JALAN LAHIR BAGIAN TULANG

  1. Tulang-tulang panggul terdiri atas os koksa di sebelah depan dan samping dan os sakrum dan os koksigis di sebelah belakang. Os koksa terdiri dari 3 bagian, yaitu os ilium, os iskhium, dan os pubis.
  2. Os ilim merupakan tulang terbesar dengan permukaan anterior berbentuk konkaf yang disebut fossa iliaka. Bagian atasnya disebut krista iliaka. Ujung-ujungnya disebut spina iliaka anterior superior dan spina iliaka posrerior supurior.
  3. Os iskhium adalah bagian terendah dari os koksa. Tonjolan di belakang disebut tuber iskhii yang menyangga tubuh sewaktu duduk.
  4. Os pubis terdiri dari ramus superior dan ramus inferior. Ramus superior  os pubis berhubungan dengan os ilium, sedang ramus inferior kanan dan kiri membentuk arkus pubis. Ramus inferior berhubungan dengan os iskhium kira-kira pada 1/3 distal dari foramen obturator. Kedua os pubis bertemu pada simfisis.
  5. Sakrum berbentuk baji, terdiri atas 5 vertebra sakralis. Vertebra pertama paling besar, menghadap ke depan. Pinggir atas vertebra ini dikenal sebagai promontorium, merupakan suatu tanda penting dalam penilaian ukuran panggul. Permukaan anterior sakrum berbentuk konkaf.
  6. Os koksigis merupakan tulang kecil, terdiri atas 4 vertebra koksigis.

SENDI PANGGUL

  1. Terdapat 4 sendi panggul yaitu 2 artikulasio sakroiliaka, simfisis pubis, dan artikulasio sakrokoksigeal. Dalam kehamilan dan persalinan artikulasio ini dapat bergeser sedikit dan lebih longgar. Pada disproporsi sefalopelvik "ringan" kelonggaran ini kadang-kadang dapat memungkinkan lahirnya janin pervaginam.
  2. Artikulasio sakroiliaka menghubungkan sakrum dengan ilium, memungkinkan gerakan terbatas ke depan dan kebelakang. Pergeseran yang terlalu lebar pada artikulasio ini sering menimbulkan rasa nyeri di daerah persendian.
  3. Simfisis pubis terbentuk dari hubungan 2 os pubis . Longgarnya hubungan simfisisini dapat menimbulkan simfisiolisis yang terasa sangat nyeri.
  4. Artikulasio sakrokoksigea merupakan hubungan os sakrum dengan os koksigis. Adanya sendi ini memungkinkan os koksigis tertekan ke belakang pada waktu kepala janin lahir.

LIGAMEN-LIGAMEN PANGGUL

  1.  Ligamen yang menghubungkan os sakrum dengan os ilium pada artikulasio sakroiliaka merupakan yang terkuat di seluruh tubuh.
  2. Ligamen sakrotuberosum engikat sakrum dengan tuber iskhii , sedang ligamen sakropinosum menghubungkan sakrum dengan spina iskhiadika. Kedua ligamen ini membentuk dinding posterior dari pintu bawah panggul.




PELVIS MAYOR DAN MINOR

  1. Secara  fungsional panggul terdiri atas 2 bagian yang disebut pelvis mayor dan pelvis minor. Pelvis mayor adalah bagian di atas linea terminalis, yang tidak banyak kepentingannya di dalam obsteri.
  2. Yang lebih penting adalah pelvis minor, dibatasi oleh pintu atas panggul (inlet) dan pintu bawah panggul (outlet). Pelvis minor berbentuk saluran yang mempunyai sumbu lengkung ke depan (sumbu Carus).
 










Pintu atas panggul
  1. Pintu atas  panggul merupakan suatu bidang yang dibatasi di sebelah posterior oleh promontorium, di lateral oleh linea terminalis dan di anterior oleh pinggir atas simfisis. Pada panggul ginekoid pintu atas panggul bundar, kecuali di daerah promontorium agak masuk sedikit.
2.      Ukuran pintu atas panggul penting diketahui.
a.       Diameter anteroposterior yang diukur dari promontorium sampai ke tengah permukaan posterior simfisis. Diameter anteroposterior disebut pula nyugata obstetrika.
b.      Konyugata diagonalis yaitu jarak bagian bawah simfisis sampai ke promontorium, yang dapat diukur dengan memasukkan jari tengah dan telunjuk ke dalam vagina dan mencoba meraba promontorium. Pada panggul normal promontorium tidak teraba dengan jari yang panjangnya 12 cm.
c.       Koyugata vera yaitu jarak pinggir atas simfisis dengan promontorium diperoleh dengan mengurangi konyugata diagonalis dengan 1,5 cm
d.      Diamater transversa adalah jarak terjauh garis lintang pintu atas panggul, biasanya sekitar 12,5 – 13 cm.
e.       Garis yang dibuat antara persilangan konyugata vera dengan diameter transversa ke artikulasio sakroiliaka disebut diameter oblikua, yang panjangnya sekitar 13 cm.





Ruang Panggul

  1. Ruang panggul merupakan saluran di antara pintu atas panggul dan pintu bawah panggul. Dinding anterior sekitar 4 cm terdiri atas os pubis dengan simfisisnya. Dinding posterior dibentuk oleh os sakrum dan os koksigis, sepanjang  ± 12 cm. karena itu ruang panggul berbentuk saluran dengan sumbu melengkung ke depan. 
  2. Sumbu ini adalah garis yang menghubungkan titik temu konyugata vera dengan diameter transversa di pintu atas panggul dengan titik-titik sejenis di Hodge II, III, dan IV. Arah sumbu ini sesuai pula dengan arah tarikan cunam atau vakum pada persalinan dengan tindakan 





 Pintu Bawah Panggul
  1.  Batas atas pintu bawah panggul adalah setinggi spina iskhiadika. Jarak anatara kedua spina ini disebut diameter bispinosum adalah sekitar 9,5 – 10 cm.
  2.  Batas bawah pintu panggul berbentuk segi empat panjang, di sebelah anterior dibatasi oleh arkus pubis, di lateral oleh tuber iskii, dan di posterior oleh os koksigis dan ligament sakrotuberosum. Pada panggul normal besar sudut (arkus pubis) adalah ± 90º. Jika kurang dari 90º maka lahirnya kepala janin lebih sulit karena ia memerlukan lebih banyak tempat ke posterior.
  3.  Diameter anteroposterior pintu bawah panggul diukur dari apeks arkus pubis ke ujung os koksigis. 




  Jenis Panggul menurut Caldwell-Molly

  1.    Jenis ginekoid : ditemukan pada 45% wanita. Panjang diameter anteroposterior hampir sama dengan diamteter transversa. 
  2.  Jenis android : bentuk pintu atas panggul hamper segitiga. Pria umumnya mempunyai panggul jenis ini. Walaupun diameter anteroposterior hamper sama panjangnya dengan diameter transversa, tetapi diameter transversa dekat dengan sacrum. Bagian dorsal dari pintu atas gepeng, bagian ventral menyempit ke muka. Ditemukan pada  15 % wanita.
  3. Jenis anthropoid : ditemukan pada 35% wanita. Bentuk pintu atas panggul agak lonjong seperti telor. Diameter anteroposterior lebih besar daripada diameter transversa.
  4.   Jenis platipelloid : ditemukan pada 5% wanita. Diameter transversa lebih besar daripada diameter anteroposterior.



 JALAN LAHIR BAGIAN LUNAK

  1. Pada persalinan segmen bawah uterus, serviks, dan vagina ikut membentuk jalan lahir bagian lunak.
  2. Jalan lahir bagian lunak lainnya yang berperan dalam proses persalinan adalah otot-otot, jaringan ikat, ligamen-ligamen yang berfungsi menyokong alat urgenitalis.
  3. Muskulus levator ani merupakan otot yang paling pernting di samping otot-otot lainnya. Ke depan muskulus levator ani berhubungan dengan bagian lateral os pubis, ke belakang dengan spina iskhiadika dan os koksigis, dan lateral dengan fasia obturatoria. Kedua muskulus levator ani di bagian depan membentuk urogenitalis; di dalam trigonum ini berda uretra, vagina, dan rektum.
  4. Bagian luar dari dasar panggul terdiri utamanya dari jaringan otot, antara lain muskulus transversus perinei, muskulus iskhiakavernosus, muskulus bulbokavernosus, dan muskulus sfingter ani eksternus.
  5. Bagian dalam dasar panggul merupakan dasar kavum abdomen yang dilapisi oleh peritonuem. Serviks, vagina bagian atas, kandung kencing dan rektum tertutup oleh peritoneum, di kelilingi oleh jaringan ikat. Fasia ini jaringan di samping uterus dikenal sebagai parametrium, yang bergabung dengan fasia ligamen transversus servikalis dan dengan serabut muskulus levator ani.